Sejarah Perayaan Waisak di Candi Borobudur, Dimulai Sejak 1930

Candi Borobudur agama Buddha
Candi Borobudur agama Buddha. (istockphoto)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Candi Borobudur, merupakan salah satu monumen bersejarah dari agama Buddha Mahayana aliran Vajrayana/Tantrayana, yang didirikan oleh Dinasti Syailendra di kerajaan Mataram kuno, Jawa Tengah pada abad ke-8 M.

Cerita-cerita dari kitab Buddhis Mahayana seperti Karmavibhanga, Jatakamala, Lalitavistara, Avadana, dan Gandavyuha, dikisahkan pada relief yang menghiasi candi ini.

Secara arsitektur, Borobudur berbentuk stupa, sebuah monumen Buddhis yang berfungsi menyimpan relik atau objek peninggalan orang suci lainnya, dan juga merupakan visualisasi dari mandala, yang menggambarkan kosmologi tempat kediaman makhluk suci Mahayana sebagai alat meditasi.

Mandala di Borobudur adalah gabungan dari Garbhadhatu Mandala dan Vajradhatu Mandala yang terdapat dalam kitab Maha Vairocana Sutra.

Dengan demikian, Borobudur berfungsi sebagai monumen untuk mengingatkan kembali umat Buddha akan ajaran Buddha dan sebagai sarana visualisasi meditasi.

Penurunan dan Penemuan Kembali Candi Borobudur

Candi Borobudur perlahan ditinggalkan sebagai tempat ibadah setelah Empu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Mataram kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada abad ke-10, setelah serangkaian letusan Gunung Merapi.

Pada abad ke-14, Mpu Prapanca menyebut Borobudur secara samar dalam kitab Nagarakertagama, yang menyebutkan adanya “Wihara di Budur”.

Pada abad ke-15, penduduk sekitar beralih ke agama Islam, menyebabkan candi ini semakin dilupakan.

Pada abad ke-18, Babad Tanah Jawi dan Babad Mataram menyebut Borobudur sebagai tempat yang tabu dikunjungi karena dianggap membawa sial.

Setelah terkubur selama berabad-abad di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik yang ditumbuhi pohon dan semak belukar, Candi Borobudur ditemukan kembali pada masa pemerintahan kolonial Inggris di Indonesia (1811–1816) dan dipugar kecil-kecilan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Baru pada tahun 1973, pemerintah Indonesia dengan bantuan UNESCO melakukan pemugaran besar-besaran.

Perayaan Waisak di Candi Borobudur

Candi Borobudur telah difungsikan kembali sebagai tempat ibadah sejak masa kolonial Belanda.

Tradisi merayakan Hari Waisak di Candi Borobudur dimulai sejak tahun 1930 oleh Himpunan Teosofi Hindia Belanda yang memperkenalkan praktik dan pengetahuan tentang Buddhisme di Indonesia.

Perayaan ini diinisiasi oleh L. Mangelaar Meertens, seorang teosof, yang juga mengadakan perayaan Waisak di Candi Mendut pada tahun 1929.

Menurut laporan Oei Thiam An dalam majalah Sam Kauw Gwat Po (Juni 1938), perayaan Waisak 1938 di Borobudur dihadiri sekitar 150 orang dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Magelang, Temanggung, dan Grabag.

Suasana upacara berjalan khidmat dan tenang, dengan udara di sekitar candi dipenuhi wangi dupa dan bunga dari altar kecil.

Para peserta ritual membaca kitab Buddha bersama dan mengakhiri acara dengan ceramah oleh Mangoen Soekarso, seorang guru Taman Siswa.

Perayaan Waisak di Borobudur sempat terhenti pada 1940 ketika Jerman menginvasi Belanda, dan baru diadakan kembali beberapa tahun setelah Revolusi Kemerdekaan Indonesia.

Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, yang mempelajari Buddhisme selama kuliah di Belanda, menginisiasi peringatan Waisak nasional di Borobudur pada 22 Mei 1953.
Pesertanya berasal dari seluruh Indonesia dan perwakilan dari negara-negara seperti Singapura, Thailand, Burma, Sri Lanka, dan India.

Perayaan ini menandai kebangkitan kembali umat Buddha di Indonesia.

Selama pemugaran tahun 1973, perayaan Waisak nasional di Borobudur sempat dipindahkan ke Candi Mendut.

Setelah pemugaran selesai, Candi Borobudur kembali menjadi pusat keagamaan dan ziarah bagi umat Buddha internasional hingga saat ini.

BACA JUGA: Wujud dari Mandala, Candi Borobudur Lekat dengan Perayaan Suci Waisak

Candi Borobudur tidak hanya merupakan peninggalan sejarah yang luar biasa, tetapi juga pusat spiritual bagi umat Buddha.

Hadirnya Candi Borobudur di Indonesia menjadi simbol dari ajaran agama Buddha. Tradisi perayaan Waisak yang berlangsu sejak zaman kolonial hingga sekarang, menjadikannya sebagai praktik meditasi mendalam umat Buddha.

 

(Vini/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Kiper Timnas Emil Audero
Clean Sheet! Emil Audero Jadi Tembok Rayo Vallecano
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Emil Audero Mulyadi ikut menjadi bagian penting dari kebangkitan Rayo...
IMG-20261031-WA0000
Maknai Sumpah Pemuda, YBM dan Srikandi PLN Majalaya Hadirkan Harapan bagi Warga Ciparay
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Nilai persatuan dan gotong royong yang diwariskan para pemuda Indonesia...
IMG-20261030-WA0008
Semangat Gotong Royong, PLN Majalaya Dukung Kesiapsiagaan Bencana dan Edukasi Keselamatan Listrik di Ciwidey
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Membangun masyarakat tangguh bencana membutuhkan kepedulian dan keterlibatan...
Erick Thohir
Pemerintah Kucurkan Bonus Rp158,3 Miliar untuk Atlet Asian Games 2026
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah mengucurkan bonus senilai Rp158,3 miliar bagi atlet dan pelatih...
IMG-20261027-WA0003
Peringati Sumpah Pemuda dan HLN 2026, YBM PLN UP3 Majalaya Hadirkan Kepedulian melalui Bantuan Sosial
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sebuah gerobak jualan bukan sekadar sarana untuk berdagang. Bagi pelaku...
Berita Lainnya

1

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

2

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

3

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

4

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-23 at 19.38
Cita Rasa Halloween: Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan Menu Spesial Haunted Feast
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam menyambut musim Halloween tahun ini, Swiss-Belresort Dago Heritage...
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...