MAMUJU, TM.ID : Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada November 2022 mengalami penurunan 19,57 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Tina Wahyufitri mengatakan, penurunan ekspor Sulbar tersebut disebabkan turunnya ekspor kelompok barang non-migas berupa hasil industri.
Ia mengtakan nilai ekspor periode Januari sampai November 2022 mencapai 428,10 juta dolar AS mengalami penurunan sebesar 26,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 yang mencapai 585,06 juta dolar AS.
Menurut dia, seluruh komoditas ekspor Sulawesi Barat pada November 2022 merupakan komoditas barang non-migas.
“Selama bulan November 2022 barang yang diekspor dari Provinsi Sulbar adalah lemak dan minyak hewani nabati, berbagai produk kimia dan lak, getah, serta damar,” katanya.
Ia menyampaikan dibanding kondisi bulan November 2021, ekspor lemak dan minyak hewani serta nabati pada November 2022 mengalami penurunan sebesar 42,85 persen.
BACA JUGA : Tahun 2022, BKP Babel Catat Ekspor Produk Pertanian Capai Rp1,4 triliun
Sementara berbagai produk kimia mengalami penurunan sebesar 93,22 persen, kemudian kakao juga mengalami penurunan sebesar 35,87 persen. Sedangkan lak, getah, dan damar tidak tercatat ada ekspor.
Menurut dia, negara tujuan utama ekspor Provinsi Sulbar pada bulan November 2022 adalah China, Filipina, dan Malaysia.
Ia menyampaikan dari total nilai ekspor selama bulan November 2022, nilai ekspor ke China tertinggi mencapai 25,79 juta dolar AS atau 66,47 persen, kemudian Filipina sebesar 10,88 juta dolar AS atau 28,04 persen, dan Malaysia sebesar 1,30 juta dolar AS atau 3,36 persen.
“Nilai ekspor ke negara China menurun sebesar 26,51 persen dari 35,09 juta dolar AS menjadi 25,79 juta dolar AS (pada November 2022). Begitu pula ekspor ke Filipina menurun sebesar 14,90 persen, sementara ekspor ke Malaysia meningkat sebesar 429.224,46 persen,” katanya.
(Budis)