BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Post Power Syndrome (PPS) merupakan kondisi psikologis yang sering dialami oleh individu yang selalu membandingkan pencapainnya di masa lalu dengan kondisinya saat ini.
Penderita PPS biasanya orang yang sebelumnya memegang posisi kekuasaan, baik di pemerintahan, perusahaan, maupun organisasi lainnya.
Setelah kehilangan posisi tersebut, mereka dapat mengalami berbagai gejala emosional dan mental yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan mereka.
Penyebab Utama Penderita PPS
Berikut adalah beberapa penyebab utama dari PPS.
1. Kehilangan Identitas
Salah satu penyebab utama PPS adalah kehilangan identitas yang terkait dengan jabatan atau kekuasaan yang sebelumnya dimiliki. Banyak individu mendefinisikan diri mereka melalui peran dan tanggung jawab yang mereka jalani.
Ketika peran tersebut hilang, mereka merasa kehilangan tujuan dan makna hidup, yang dapat menyebabkan kebingungan dan depresi.
2. Stres dan Kecemasan
Setelah kehilangan kekuasaan, banyak individu merasa tertekan dan cemas mengenai masa depan mereka. Mereka mungkin merasa tidak memiliki kontrol atas hidup mereka lagi dan khawatir tentang bagaimana cara memenuhi kebutuhan finansial atau sosial. Stres ini bisa mengakibatkan perasaan putus asa dan kurangnya motivasi.
3. Isolasi Sosial
Kekuasaan sering kali membawa jaringan sosial yang luas, tetapi setelah kehilangan posisi, individu bisa merasa terasing. Mereka mungkin kehilangan koneksi dengan rekan kerja, kolega, atau bahkan teman-teman yang sebelumnya berhubungan hanya dalam konteks profesional. Isolasi ini dapat memperburuk kondisi psikologis mereka, membuat mereka merasa sendirian dan tidak berharga.
4. Stigma dan Penilaian Publik
Banyak individu yang mengalami PPS juga merasakan stigma sosial. Mereka mungkin merasa dihakimi oleh masyarakat karena kehilangan jabatan atau posisi.
Pandangan negatif dari orang lain dapat memperparah perasaan rendah diri dan ketidakcukupan yang mereka alami.
5. Kesulitan Beradaptasi
Perubahan dari posisi berkuasa ke kehidupan yang lebih biasa sering kali memerlukan penyesuaian yang signifikan.
Beberapa individu mungkin kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan baru yang tidak lagi melibatkan kekuasaan dan otoritas. Kesulitan ini dapat mengakibatkan frustrasi dan ketidakpuasan terhadap hidup mereka.
BACA JUGA: 5 Selebriti yang Hadapi Tantangan Kesehatan Mental
Banyaknya penyebab Post Power Syndrome, menjadikan penderitanya butuh perhatian lebih setelah kehilangan kekuasaan dari orang-orang terdekatnya. Pendekatan yang suportif, baik dari teman, keluarga, maupun profesional, sangat penting untuk membantu individu mengatasi transisi ini dan menemukan kembali tujuan hidup mereka.
(Virdiya/Aak)